Senin, Desember 02, 2013

How to win a friends part 1

Kepopuleran saya, kebahagiaan saya, dan rasa berharga saya tergantung dari kemampuan saya berhubungan dengan manusia.
Kalau anda mengajarkan sesuatu kepada seseorang, dia tidak akan pernah belajar.
Dibalik pakaian saya ada sebuah hati yang letih, tapi sebuah hati yang baik yang tidak tega melukai siapapun.
Kehausan kita akan persetujuan sama besarnya dengan ketakutan kita pada kritik.
Rasa benci yang ditimbulkan oleh kritik dapat menurunkan semangat kerja para pegawai, anggota keluarga dan kawan2 dan tetap tidak memperbaiki situasi yang sudah di kritik.
Hasilnya adalah kesadaran untuk mematuhi peraturan tanpa rasa kesal dan benci.
Saya tidak melihat kemungkinan lain yang bisa saya lakukan.
Sifat manusia, mereka yang bersalah selalu menyalahkan orang lain selain diri mereka sendiri.
Kritik itu seperti merpati pos, mereka selalu kembali pulang. Orang yang akan kita koreksi mungkin akan mempertahankan dirinya, membalas membenci kita.
Dengan tidak mendendam terhadap seorang pun, dengan kemurahan hati untuk semuanya.
Jangan menghakimi maka anda pun tidak di hakim.
Kritik yang pedas hampir selalu berakhir sia sia.
Jangan mengeluh salju di atap rumah tetangga, apabila serambi depan anda sendiri tidak bersih.
Sikap anda yang buruk hanya dilampaui oleh sikap anda yang buruk.
Tatkala kita berurusan dengan manusia, kita berurusan dengan mahluk penuh emosi, makhluk yang penuh dengan prasangka dan dimotivasi oleh rasa bangga dan sombong.
Saya tidak akan bicara buruk tentang seorangpun.
Semua orang bodoh bisa mengkritik, dan hampir semua orang bodoh melakukannya.
Seorang yang berjiwa besar akan memperlihatkan kebesarannya dari cara dia memperlakukan orang kecil.
Untuk menunjukan pada anda bahwa saya yakin anda tidak akan pernah melakukannya lagi.
Untuk benar benar mengenal semua, kita harus memaafkan semua.
Jangan mengkritik, mencerca, atau mengeluh.
Hasrat untuk menjadi penting adalah salah satu perbedaan manusia dan binatang.
Tidak ada hal lain yang sangat membunuh ambisi seseorang selain kritik dari meraka yang merasa lebih tinggi.